Praktik Fermentasi Ala Siswa MTsN 1 Bantul

Ditulis oleh MTsN 1 Bantul pada 19 Februari 2024 .

Bantul (MTsN 1 Bantul)--Dalam menyukseskan pembelajaran berbasis pembelajaran aktif guru MTsN 1 Bantul, mengajak siswa untuk melaksanakan pembelajaran dengan melaksanakan kegiatan pengolahan makanan secara fermentasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12-16 februari 2024. Kegiatan pembelajaran IPA ini memang menarik untuk dikupas, karena pembelajaran dilaksanakan mandiri oleh siswa dengan narasumber yang bebas dipilih serta metode dan obyek yang bervariasi. Alasan Asih Budiati, M.Sc ini memberi tugas tersebut adalah ingin mengajak siswa untuk dekat dengan lingkungan keseharian, sedikit peduli dan bahkan mencoba untuk mengajak berkreasi. Praktik fermentasi yang dilakukan para siswa difokuskan para pelaksanaan kegiatan, untuk mendapatkan pengalaman, dan nantinya akan dibahas bersama sebagai tema diskusi kelas.

Materi IPA kelas IX diantaranya adalah Bioteknologi dan manfaatnya, materi ini sangat luas dimana dapat dibedakan atas bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Dunia siswa yang paling dekat adalah mengkonsumsi banyak makanan yang merupakan hasil bioteknologi konvensional, tetapi tidak semua menyadari hal tersebut. Sebagai contoh kegiatan bioteknologi konvensional adalah proses pembuatan tempe. Banyak jenis tempe yang dikonsumsi di daerah Bantul, diantaranya tempe kedelai, tembe koro dan tempe gembus. Proses yang dilakukan hampir sama, hanya bahan dasarnya yang berbeda. Siswa diminta untuk memilih praktik pembuatan tempe sesuai kenyamanan pelaksanaan dan ketersediaan bahan yang ada disekitar tempat tinggalnya. Mereka bebas mendapatkan informasi proses pembuatan tempe yang akan dipraktikkan (diharapkan menuliskan narasumbernya di laporan kegiatan).

"Semua siswa akan aktif mencari informasi agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Itu harapan pertama penugasan ini. Setelah mempraktikan dirumah masing masing para siswa harus menilaikan hasil karyanya kepada guru, dan disinlah guru mendapatkan informasi dari kegiatan yang sudah dilakukan siswanya. Kemudian dirangkum dan dibahas dalam diskusi kelas" kata Asih.Lebih lanjut Asih menjelaskan bahwa dalam diskusi kelas siswa diminta menyampaikan pengalamannya, siswa yang lain melengkapi jika ada yang hampir sama, atau menyampaikan sanggahan untuk pengalaman yang berbeda.

"Pada akhir diskusi guru akan memberi penjelasan sesuai teori pembelajaran yang ditargetkan. Harapan terakhir dari kegiatan yang dilakukan adalah siswa mempunyai daya ingat yang lebih kuat terhadap materi yang dipelajari, dengan pengalaman nyata yang dilakukan dengan berbagai kendala dan keberhasilannya" kata Asih mengakhiri penjelasannya.(sih)